Petani Kediri Protes Benih Jagung Palsu

Pihak pg mojopangggung tidak bersedia memberikan komentar atas pencemaran yang diakibatkan limbah giling ini namun dari keterangan warga mereka mengaku mendapatkan gula 2 kilogram setiap bulan pada musim giling sebagai kompensasi. Dua oknum perangkat desa di kediri jawa timur dituntut mundur oleh warganya sendiri karena kerap mabuk-mabukkan dan menggelapkan uang desa.

Ratusan warga desa kanyoran kecamatan semen radar kediri jawa timur menggelar aksi unjuk rasa di balai desa setempat. Dengan membawa sejumlah poster mereka melakukan arak-arakan sepeda motor sebelum menuju kantor desa.

Dengan dikawal sejumlah aparat kepolisian dari sektor semen warga yang emosi terus berteriak-teriak dan menuntut edi sunaryo selaku kepala dusun dan jumadi selaku kaur keuangan untuk turun dari jabatannya.

Keduanya dinilai tidak layak menjadi perangkat desa karena kerap mabuk-mabukkan dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada warga. Selain itu edi sunaryo dan jumadi juga diduga telah menggelapkan voucher bantuan kompensasi bbm milik 16 warga miskin serta melakukan penipuan dalam pengurusan 70 akta milik warga.

Edi mohammad ali koordinator warga menjelaskan jika perbuatan kedua oknum ini sudah tidak bisa dimaafkan. Untuk itu ia meminta kepada kepala desa agar segera mencopot mereka sebagai perangkat desa.

Menanggapi aksi ini kepala desa kanyoran priyanto mengaku tidak bisa memenuhi tuntutan warga. Sebab pencopotan perangkat desa harus seijin bupati. Meski begitu ia berjanji akan mendesak keduanya untuk mengundurkan diri.

Ratusan petani di radar kediri jawa timur melakukan aksi unjuk rasa di kantor dprd setempat mereka meminta dewan untuk merekomendasi penutupan pabrik benih jagung bisi karena dinilai telah mematikan kreatifitas petani.

Sambil membawa spanduk dan poster ratusan petani radar kediri mendatangi kantor dprd mereka meminta dewan merekomendasi penutupan pabrik benih jagung bisi yang menyebabkan kreativitas para petani untuk menciptakan benih terhenti.

Menurut mohammad daud koordinator petani selama ini bila petani berhasil menciptakan benih jagung berkualitas selalu dianggap menjiplak milik bisi hingga diajukan ke pengadilan. Kepada wakil rakyat petani juga meminta perlindungan hukum karena selalu menjadi pihak yang terkalahkan.