Jalanan ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

Jalanan ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

Jalanan ke Kontraktor Kubah Masjid Enamel di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk di sampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kan saksikan, di tanah kering bebatuan.” Itulah salah satu petikan lagu dari Ebiet G. Ade. Penyanyi legendaris dari Indonesia. Ya, perjalanan yang pasti dilakukan oleh siapapun akan menyimpan berjuta cerita yang sayang jika tidak dishare ke orang lain.

Menjalankan pertemanan dengan semua yaitu satu kisa yang semestinya dapat selekasnya diawali oleh orang yang akan tidak mungkin saja dapat bertemu dengan kondisi. Semua juga akan berlalu saat satu masa juga akan menggunakan perjalanan kita menuju Kontraktor Kubah Masjid Enamel yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Dari awalannya yang kita rencanakan memanglah mesti dapat sesegera mungkin saja hingga pada tempat yang akan tidak dapat kita lewati dengan sma memanglah yaitu cerita yang akan tidak dapat dilaului siapa saja karna jalanan yang masih tetap memakai jalanan yang lama sekali tidak dapat kebanyakan orang melaluinya lihat dinginnya udara yang berada di luar sana.

Kita tidak dapat cuma memakai selimut yang disiapkan oleh Bus pada pulau ini, kita hingga keluarkan sarung yang kita bawa dari tempat tinggal untuk dapat menyelimuti diri kita dari udara yang dingin diatas lautan ini. Sedang perjalanan kami masih tetap sekitaran 5 hari sekali lagi namun kita telah menaiki kapal very untuk menuju kesana supaya tak ada satu hal yang nanti juga akan berlalu dari arah yang akan tidak sempat di ketahui oleh siapa saja. Karna perjalanan yang masih tetap lama jadi kita sebelumnya naik ke kapal laut telah kita yakinkan untuk salat dahulu di Kontraktor Kubah Masjid Enamel pelabuhan dengan salat yang dijamak saja.

Kita tahu kita sedang perjalanan pulang ke kampung halaman sesudah memperoleh hari libu dari pondok pesantren paling besar yang berada di Kediri. saat itu kita telah buat ijin untuk pulang sesaat ke kampung halaman walau sesungguhnya belum juga saatnya untuk ambil hari libur terlebih dulu. Atas hasrat ini hingga kita di panggil oleh pengurus untuk di ajak biacara di serambi Kontraktor Kubah Masjid Enamel sekitaran pondok, lihat ada apa sesungguhnya yang buat kita bertiga ambil libur lebih dulu. Walau sebenarnya satu minggu sekali lagi sesuai sama hari pondok pesantren ini aka suara libur panjang sekitaran dua minggu lamanya karna mendekati bulan puasa serta lebaran.

Makanya kita diinginkan tidak untuk selekasnya pulang lebih dulu, namun di Kontraktor Kubah Masjid Enamel itu kita telah meyakinkan menekatkan diri kita untuk pulang lebih dulu karna keadaan di daerah kami terlebih keluarga kami yang tengah dalam masa kesulitan. Dalam perjalanan kami mujur tak ada masalah sekalipun semua jalan lancar karna kami maksudnya adalah untuk berhenti sesaat di Kontraktor Kubah Masjid Enamel supaya dapat beri kesegaran diri kita dengan baik sebelumnya hingga ke tempat tinggal. Karenanya kita telah membawa semuanya perlengkapan yang nanti dibawa pulang seadanya saja karna sebenarnya hasrat ini bukan sekedar lama namun cukup sebentar dirumah saja karna kami cuma rasakan rindu yang mendalam pada ke-2 orangtua kami saja.