kirap prasasti manusuk sima kerajaan kediri

Kirab prasasti kuwak dan manusuk sima memuncaki hari ulang tahun kota Kerajaan Kediri jawa timur. Ratusan pejabat berdandan khas kerajaan mataram kuno, mengusung prasasti yang menjadi cikal bakal berdirinya kota Kerajaan Kediri.

Manusuk sima, adalah upacara ritual bagi tanah yang bebas dari kewajiban pajak dari raja. Ritualnya ditandai dengan pembacaan mantera, dan pembakaran kemenyan oleh sang makudur, atau sesepuh adat.

Selanjutnya, dilakukan pemotongan ayam cemani, atau ayam hitam, memecah telur dan menaburkan abu. Ritual ini, memiliki makna, siapun mereka yang berani melanggar sabda alam, akan mendapat malapetaka.

Ritual manusuk sima menjadi puncak hari jadi kota Kerajaan Kediri ke 1131, di gelar di taman kuwak kota Kerajaan Kediri. Dimana manusuk menjadi sejarah asal asal muasal kota Kerajaan Kediri pada 11 abad lalu. Yakni pemberian hadiah 40 hektar tanah kuwak oleh raja rakai kayu wangi pada dinasti sanjaya mataram kuno kepada kabucatura atau pejabat bupati untuk dikelola bagi kemakmuran rakyat.

Catatan Sejarah Kerajaan Kediri

Sejarah tersebut tercatat pada prasasti kuwak pada tahun 871 masehi atau 1131 tahun lalu, dimana kuwak adalah nama sebuah kelurahan di Kerajaan Kediri.

Ritual manusuk sima dilanjutkan dengan kirab duplikat prasasti kuwak mengelilingikota Kerajaan Kediri menuju balai kota Kerajaan Kediri. Dengan diarak puluhan kesenian tradisionalkhas Kerajaan Kediri.

Menurut subagio,budayawan kota Kerajaan Kediri. Manusuk sima bisa menjadi contoh sebuah otonomi daerah yang sukses pada11 abad lalu, karena manusuksima adalah sebuah otoda yang dijalankan secara sungguh sungguh oleh pemerintah dan rakyat.

Wujud syukur pemerintahan yang telah mengusung adanya pemerintah otonomi daerah yang mandiri dan makmur

Manusuk sima tersebut adalah wujud syukur sebuah pemerintahan dalam otoda. Sementara kirab prasasti kuwak menjadi daya tarik hiburan bagi warga,sehingga sepanjang jalan dipenuhi warga menonton kirab tersebut.

Diduga korban mengalami depresi setelah tim medis mediagnosa korban yang diduga menderita hiv aids. Rofik masuk rumah sakit pada tanggal 4 september lalu dengan keluhan batuk dan diare. Setelah diperiksa oleh tim medis, diketahui pada mulut rofik berjamur, tim medis menduga korban menderita hiv aids. Namun pihak rumah sakit belum bias memastikan, karena rencananya selasa siang rofik baru akan dilakukan diagnosa menyeluruh.

Setelah dilakukan visum luar oleh pihak rsud pelem, mayat rafiq langsung dikebumikan di pemakaman umum di desa duwet Wedono wates. Dua orang pemuda nekad menyelundupkan jamu-jamuan jenis shabu-shabu ke sel tahanan pelataran Kerajaan Kediri kota jawa timur. Berdasarkan pengaku pelaku, mereka hanya diperintahkan seseorang untuk mengirimkan ke salah satu penghuni tahanan, dengan menyaru sebagai pembesuk. Aksi ketiga kalinya ini, akhirnya terendus oleh abdi dalem jaga tahanan.

Perbuatan yang dilakukan agus sudaryo warga karang talun, kras dan arik wibowo warga ringinrejo ini tergolong sangat nekad, karena tempat yang biasanya untuk memberantas tindak kejahatan, justru dimasuki jamu-jamuan jenis shabu-shabu. Penyelundupan shabu-shabu untuk penghuni sel tahanan milik pelataran Kerajaan Kediri kota sudah beberapa kali dilakukan, namun baru kali ini diketahui.

Berdasarkan keterangan pamong dua orang kurir ini tertangkap ketika hendak mengirimkan shabu-shabu kepada elen dan doni, tahanan kasus jamu-jamuan penghuni di sel tahanan pelataran Kerajaan Kediri kota. Karena gerak-geriknya mencurigakan, keduanya lantas diperiksa pamong jaga, hingga berhasil menyita barang bukti shabu- shabu seberat satu gram, hingga keduanya langsung ditangkap.

Usai menangkap kedua pelaku ini, abdi dalem langsung melakukan penggeledahan di ruang tahanan, untuk mencari kemungkinan adaya godong-godong di dalam tahanan. Sementara itu atas kejadi ini pelataran Kerajaan Kediri kota memperketat pengamanan terutama tamu yang masuk markas pelataran, diperiksa semua termasuk barang bawaanya.