Bagaimana Deterjen Bekerja

Sabun Gove

Bagaimana Deterjen Bersih?
PERTANYAAN: BAGAIMANA DETERGEN BERSIH?
Jawaban: Deterjen dan sabun digunakan untuk membersihkan karena air murni tidak bisa menghilangkan berminyak, mengotori organik. Sabun dibersihkan dengan bertindak sebagai pengemulsi. Pada dasarnya, sabun memungkinkan minyak dan air mencampur sehingga kotoran berminyak bisa diangkat saat pembilasan. Deterjen dikembangkan sebagai respons terhadap kekurangan lemak hewani dan nabati yang digunakan untuk membuat sabun selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Deterjen terutama surfaktan, yang bisa diproduksi dengan mudah dari petrokimia. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air, yang pada dasarnya membuatnya lebih ‘basah’ sehingga cenderung menempel pada dirinya sendiri dan lebih cenderung berinteraksi dengan minyak dan lemak.

Deterjen modern mengandung lebih dari surfaktan. Produk pembersih mungkin juga mengandung enzim untuk menurunkan noda berbasis protein, pemutih sampai noda de-warna dan menambahkan kekuatan ke zat pembersih, dan pewarna biru untuk melawan kekuning-kuningan. Seperti sabun, detergen memiliki rantai molekul hidrofobik atau pembesaran air dan komponen yang mengandung air atau air. Hidrokarbon hidrofobik ditolak oleh air namun tertarik pada minyak dan lemak. Akhir hidrofilik dari molekul yang sama berarti bahwa salah satu ujung molekul akan tertarik pada air, sementara sisi lainnya mengikat minyak. Baik deterjen maupun sabun tidak mencapai apa-apa kecuali mengikat tanah sampai beberapa energi mekanis atau agitasi ditambahkan ke dalam persamaan.

Menghirup air sabun di sekitar memungkinkan sabun atau deterjen untuk menarik kotoran dari pakaian atau piring dan masuk ke kolam bilas yang lebih besar. Pembilasan mencuci deterjen dan tanah. Air hangat atau panas melelehkan lemak dan minyak sehingga memudahkan sabun atau deterjen untuk melarutkan tanah dan menariknya ke dalam air bilas.

Deterjen mirip dengan sabun, namun cenderung tidak membentuk film (sabun buih) dan tidak terpengaruh oleh adanya mineral dalam air (hard water).

Deterjen modern bisa dibuat dari petrokimia atau dari oleokimia yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Alkalis dan zat pengoksidasi juga bahan kimia yang ditemukan di deterjen. Berikut adalah tampilan fungsi yang dilayan oleh molekul ini:

Petrokimia / oleokimia
Lemak dan minyak ini adalah rantai hidrokarbon yang tertarik pada kotoran berminyak dan berminyak.

Oksidator
Sulfur trioksida, etilena oksida, dan asam sulfat adalah salah satu molekul yang digunakan untuk menghasilkan komponen hidrofilik surfaktan. Oksidator menyediakan sumber energi untuk reaksi kimia. Senyawa yang sangat reaktif ini juga berperan sebagai pemutih.

Alkalis
Sodium dan kalium hidroksida digunakan dalam deterjen bahkan saat digunakan dalam pembuatan sabun. Mereka menyediakan ion bermuatan positif untuk mempromosikan reaksi kimia.

Sabun Herbal