Manado

Kode Pos

Manado

Manado (diucapkan [manado] di Manado Melayu, [m?nado] di Indonesia) adalah ibu kota provinsi sulawesi utara indonesia. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan. Kota ini memiliki 675.411 jiwa pada Sensus 2010, menjadikannya kota terbesar kedua di Sulawesi setelah Makassar. Perkiraan resmi terakhir (untuk Januari 2014) adalah 701.390.

Nama Manado, yang berasal dari bahasa Minahasa, berasal dari manadou atau wanazou yang berarti “di pantai jauh” atau “di kejauhan” dan awalnya merujuk ke dua pulau lebih lanjut yang dapat dilihat dari daratan. Ketika pemukiman di pulau ini dipindahkan ke daratan, nama Manado dibawa dengan itu, setelah itu pulau itu sendiri disebut sebagai Manado Tua (“Manado Tua”).  Nama Manado dalam bahasa Sangir adalah Manaro.

Sejarah
Penyebutan pertama Manado berasal dari peta dunia oleh kartografer Prancis Nicolas Desliens, yang menunjukkan pulau Manarow (sekarang Manado Tua). Sebelum orang Eropa tiba di Sulawesi Utara, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Sultan Ternate, yang menuntut upeti dan mengenalkan agama Islam di antara beberapa penghuninya. Orang Portugis menjadikan Sultan sebagai bawahan mereka, menguasai Minahasa dan mendirikan pabrik di Wenang.

Sementara itu, orang Spanyol sudah mengatur diri di Filipina dan Minahasa digunakan untuk menanam kopi yang berasal dari Amerika Selatan karena tanahnya yang subur. Manado dikembangkan lebih lanjut oleh Spanyol sebagai pusat perdagangan bagi pedagang China yang menukar kopi di China. Dengan bantuan sekutu asli, orang Spanyol mengambil alih benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550an dan pemukim Spanyol juga mendirikan sebuah benteng di Manado sehingga akhirnya Spanyol menguasai semua wilayah Minahasa. Saat itu di Manado dimana salah satu komunitas Indo-Eurasian (Mestizo) pertama di nusantara berkembang pada abad ke 16. Raja pertama Manado (1630) bernama Muntu Untu ternyata adalah anak dari seorang Mestizo Spanyol.

Spanyol menolak kepemilikannya di Minahasa melalui sebuah perjanjian dengan Portugis dengan imbalan pembayaran 350.000 dukat. Penduduk asli Minahasa memperoleh perjanjian aliansi dengan Belanda dan mengusir orang-orang Portugis terakhir dari Manado beberapa tahun kemudian.

Perusahaan Hindia Belanda atau Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) membangun sebuah benteng di Manado bernama Fort Amsterdam pada tahun 1658. Seperti wilayah-wilayah di Indonesia timur, Manado telah menjalani pengristalan oleh misionaris Belanda, termasuk Riedel dan John Gottlieb Schwarz. Misionaris Belanda membangun gereja Kristen pertama di Manado yang disebut Oude Kerk (gereja tua), yang masih berdiri dan sekarang disebut Gereja Sentrum. HMS Dover menangkap Manado pada bulan Juni 1810. Pangeran Jawa Diponegoro diasingkan ke Manado oleh pemerintah Belanda pada tahun 1830 karena memimpin perang pemberontakan melawan Belanda. Pada tahun 1859, ahli biologi Inggris Alfred Wallace mengunjungi Manado dan memuji kota ini karena keindahannya.

Kode Pos Desa

Pada tahun 1919, Prefektur Apostolik Celebes didirikan di kota. Pada tahun 1961, dipromosikan sebagai Keuskupan Manado.

Orang Jepang menangkap Manado dalam Pertempuran Manado pada bulan Januari 1942. Kota ini mengalami kerusakan parah akibat pemboman Sekutu selama Perang Dunia II.

Pada tahun 1958, markas gerakan pemberontak Permesta dipindahkan ke Manado. Ketika Permesta menghadapi pemerintah pusat dengan tuntutan reformasi politik, ekonomi dan regional, Jakarta menanggapi dengan mengebom kota tersebut pada bulan Februari 1958, dan kemudian menyerang pada bulan Juni 1958.

Geografi
Manado mengalami iklim hutan hujan tropis (Af) menurut Klasifikasi Iklim Köppen karena tidak ada musim kemarau yang nyata. Bulan terbasah adalah Januari dengan curah hujan tahunan 465 milimeter (18,3 inci), sedangkan yang terkering adalah bulan September dengan curah hujan tahunan 121 milimeter (4,8 inci). Kelimpahan presipitasi total tampaknya dipengaruhi oleh musim hujan. Karena letaknya di dekat khatulistiwa, nampaknya suhu konstan sepanjang tahun. Bulan terpanas adalah bulan Agustus dengan suhu rata-rata 26,6 ° C (79,9 ° F), sedangkan bulan paling dingin adalah Januari dan Februari dengan suhu rata-rata 25,4 ° C (77,7 ° F).  Tidak seperti kota lain di Indonesia, suhu nampaknya lebih dingin.