Siapakah Pahlawan dengan Pengorbanan Paling Besar?

Sadarkah kamu bahwa hampir sebagian uang, terutama uang kertas di dunia ini banyak menggunakan tokoh penting sebagai ikon? Uang kertas di Indonesia dari nominal terkecil sampai terbesar menjadikan pahlawan sebagai ikon. Pertanyaannya, mengapa gambar pahlawan? Mengapa pahlawan-pahlawan tersebut yang dipilih untuk menjadi ikon uang kertas rupiah?

Sebelumnya menjawab pertanyaan diatas, juga akan dijelaskan pahlawan-pahlawan yang berada di uang kertas rupiah dan daerah asal mereka. Pada mata uang kertas rupiah dengan nominal paling kecil ada gambar Kaptain Pattimura dengan nama asli Thomas Matulessy yang tengah memegang golok. Tahukah siapa dia? Dia yaitu pahlawan yang datang dari Maluku yang mempunyai julukan Ayam Jantan dari Timur. Julukan itu diberi karna ia berani melawan penjajah. Dua ribu rupiah ada gambar seseorang pemimpin Banjar, Kalimantan Selatan, yang mempunyai nama kecil Gusti Inu Kartapati yang lebih di kenal jadi Pangeran Antasari. Ia yaitu pewaris kerajaan Banjar dan pemimpin perang Banjar.

Setelah itu lima ribu rupiah, nominal itu ada gambar Tuanku Imam Bonjol yang bernama asli Muhammad Shahab. Ia yaitu ulama, pemimpin, dan pejuang yang berperang melawan penjajah di daerah Sumatra Barat. Ia pernah dibuang ke Makassar oleh Belanda sebelumnya setelah wafat. Sepuluh ribu rupiah ada gambar Sultan Mahmud Badaruddin II. Ia adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darusalam yang populer sangat kaya, tetapi hal itu tidak membutakan hati sultan karna ia lebih pilih turut bertempur melawan penjajahan Inggris serta Belanda.

Uang kertas berwarna hijau dengan nominal dua puluh ribu rupiah ada gambar Oto Iskandar Di Nata. Ia adalah wakil ketua Budi Utomo cabang Bandung. Ia adalah pemimpin surat berita Tjahaja (Sahaja), tubuh anggota BPUPKI serta PPKI, dan jadi Menteri Negara yang pertama di th. 1945. Julukannya yaitu Si Jalak Harupat. Sebutan itu datang dari bhs sunda yang bermakna ayam jantan, melukiskan keberanian, nyaring berkokok serta menang waktu di adu. Seperti yang sempat berlangsung oleh Tuanku Imam Bonjol, Oto Iskandar Di Nata sempat juga dibuang Belanda di Makassar.

Sedang uang kertas–berlatar satu diantara panorama di Bali–dengan nominal lima puluh ribu rupiah ada gambar I Gusti Ngurah Rai. Ia yaitu putra Bali yang berperang habis-habisan dengan pasukannya Ciung Wenara melawan Belanda. Perang terakhirnya bernama Puputan Margarana. Uang kertas paling akhir dengan nominal paling besar yakni seratus ribu rupiah. Uang kertas berwana merah itu ada gambar dua tokoh yakni Ir. Soekarno serta Moh. Hatta. Mereka adalah salahdua tokoh pembangunan negeri. Mereka berjuang dari masa gerakan nasional hingga masa kemerdekaan. Perjuangan mereka untuk kemerdekaan Indonesia yaitu puncak dari perjuangan bangsa Indonesia.

Sesudah ketahui tokoh-tokoh yang ada pada mata uang kertas rupiah dari yang paling kecil sampai paling besar, bisa di ketahui kalau sesungguhnya tak ada persyaratan atau penentuan spesial yang dikerjakan bank Indonesia dalam pilih pahlawan-pahlawan yang jadikan ikon uang kertas rupiah. Bisa diambil kesimpulan juga kalau beberapa pahlawan yang berada di uang kertas melukiskan perwakilan dari sebagian pulau di Indonesia.

Baca Juga: Ucapan Hari Pahlawan

Beberapa pahlawan yang berada di uang kertas rupiah tidaklah beberapa pahlawan yang memberi peran serta pengorbanan semakin besar untuk bangsa Indonesia, karna semuanya pahlawan sudah memberi peran serta pengorbanan yang sama banyak dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Jadikan gambar pahlawan jadi ikon pada uang kertas rupiah yaitu bentuk pemerintah untuk menjadikan satu kebegaraman yang berada di Indonesia. Diluar itu, hal itu adalah animo, perhargaan, dan pengenangan jasa beberapa pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.